Buka pintu desa Anda untuk ruang belajar yang menghormati warga
Desa bukan tontonan yang riuh dan buru-buru. Bersama Destinara, mari hadirkan rombongan pelajar dan peneliti yang datang dengan niat tulus: mendengarkan petuah sesepuh, belajar merawat bumi, dan menjaga adat istiadat setempat.
Sambutan di serambi bale: silaturahmi yang bersahaja sebelum memulai penelusuran tapak.
100% Manfaat Langsung
Penghasilan inap & bimbingan mengalir langsung ke warga tanpa potongan calo.
"“Warga kami tidak butuh keramaian yang menyisakan sampah. Yang membuat hati kami tentram adalah ketika anak-anak sekolah ini duduk bersila di tikar bambu, mencatat tutur leluhur, dan pamit dengan menundukkan kepala sebelum melangkah ke mata air kami.”"
Pak Lurah Marto Suwito
Tetua Adat & Pengelola Wisata Edukasi Dusun Watu Klopo, Kulon Progo
Bekerja bersama demi ketenteraman kampung
Kerjasama yang menempatkan kesepakatan warga desa di atas segalanya, dengan tata kelola yang transparan dan bersahaja.
Tamu yang menghargai adat
Sebelum berangkat, setiap pelajar dan pengajar diwajibkan mengikuti pembekalan tata krama. Mereka diajarkan berpakaian sopan, mematuhi larangan desa, serta tidak berbicara keras di dekat tempat sakral warga.
Pendapatan utuh tanpa perantara
Seluruh biaya inap di rumah warga (homestay), hidangan dapur dusun, penyewaan sanggar, hingga honor tetua pembimbing dibayarkan langsung secara utuh tanpa ada potongan komisi sepeser pun dari kami.
Dokumen & perizinan diurus tuntas
Pengelola desa tidak perlu pusing menyiapkan surat menyurat formal. Tim Destinara mengurus seluruh perizinan sekolah, dinas, perlindungan asuransi kesehatan siswa, serta protokol pertolongan pertama di lapangan.
Kekayaan desa adalah pengetahuan, bukan komoditas sekali pakai
Kami menjaga agar sawah, mata air, dan balai adat Anda tetap tenang seperti sedia kala, seraya memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan anak cucu.
Empat langkah sederhana menjadi mitra
Tanpa formulir rumit atau istilah asing. Cukup obrolan akrab untuk saling mengenal dan memahami kebiasaan desa Anda.
Sapa & ceritakan desa
Hubungi kami melalui WhatsApp santai. Ceritakan secara ringkas apa yang ada di desa: sawah terasering, kerajinan tangan, kesenian tutur, atau riwayat sejarah setempat.
Kunjungan silaturahmi
Tim Destinara bertamu langsung ke balai desa atau rumah pengelola. Kita duduk bersama, minum teh hangat, dan mendengarkan harapan para sesepuh desa.
Sepakati aturan bersama
Warga menentukan sendiri batas zona sakral, jumlah maksimal tamu per kunjungan, serta aturan adat yang pantang dilanggar oleh rombongan pelajar.
Sambut tamu perdana
Rombongan sekolah tiba dengan didampingi fasilitator Destinara. Anda dan warga bertindak sebagai guru kehidupan yang membagikan ilmu dengan bangga.
Mulai silaturahmi dengan kami
Isi keterangan singkat di bawah ini. Tim perwakilan kami di Sleman atau Jakarta akan membalas dengan ramah melalui telepon atau pesan WhatsApp.
Pertanyaan yang sering diajukan warga
Apakah rumah warga harus mewah?
Sama sekali tidak. Rumah bambu atau kayu yang bersih, kasur beralas seprai rapi, dan kamar mandi higienis dengan air jernih sudah sangat memadai bagi kegiatan belajar santun ini.
Berapa jumlah rombongan yang datang?
Kami membatasi kelompok kecil (biasanya 15 hingga 30 siswa) agar tidak membebani daya tampung desa dan tidak mengganggu ketenangan tetangga sekitar.
Bagaimana jika ada aturan tabu di desa?
Aturan adat Anda mutlak dihormati. Batasan tersebut dicantumkan dalam buku panduan siswa dan fasilitator kami akan mengawal langsung selama kegiatan berjalan.
Lebih nyaman berbicara langsung?
Hubungi Mas Ryan di +62 857-7441-0978
Mari bersama-sama menjaga marwah dan kelestarian tanah leluhur
Bimbing generasi penerus bangsa untuk mengerti arti gotong royong, menghargai pangan dari tanah sendiri, dan memuliakan petuah tetua desa Anda.
Pendampingan ramah lapangan oleh narahubung lokal Destinara di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali.